Beradat, berbudi, berakal
Teks Hadih Maja
Nyang mat adat nyang mubudhoe, akai sampoe bijaksana
Makna / terjemahan
Yang pegang adat ialah yang berbudi, cukup akal bijaksana
Informasi
Dipublikasikan
22 May 2026
Validator/Kurator
Dr. Syamsul Bahri, MA
Status
Published
Frekuensi Dibaca
0 kali
Audio Diputar
0 kali
Modul PDF Tematik
Modul Hadih Maja Kategori Pendidikan
Untuk pembelajaran
Gunakan halaman ini untuk membaca teks Aceh, membandingkan makna, lalu lanjut ke bilik belajar untuk eksplorasi modul & kuis.
Pemaknaan dan penjelasan
Hadih maja ini menunjukkan bahwa manusia yang baik dan terdidik adalah manusia yang mampu memadukan adat, budi, dan akal dalam dirinya. Adat menggambarkan kepatuhan terhadap norma dan tata hidup yang berlaku dalam masyarakat, budi menunjukkan keluhuran sikap dan kehalusan perangai, sedangkan akal melambangkan kemampuan berpikir secara bijaksana. Ketiga unsur ini tidak dipandang berdiri sendiri, tetapi saling melengkapi dalam membentuk kualitas kepribadian seseorang. Dalam konteks pendidikan, Hadih Maja ini mengandung pesan bahwa pendidikan yang ideal tidak cukup hanya menekankan kecerdasan intelektual, melainkan juga harus membentuk kepekaan sosial, kesantunan moral, dan kemampuan menempatkan diri sesuai dengan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat. Dengan demikian, Hadih Maja ini menanamkan gagasan bahwa manusia yang berilmu bukan hanya orang yang pandai, tetapi juga orang yang beradab, berbudi, dan mampu menggunakan akalnya secara arif dan bijaksana.
Hadih terkait
Audio pelafalan
Didengar 0 kali
Pelafalan Asli
Posisi audio akan disimpan otomatis di browser Anda.