Orang berilmu tetap berguna meski tanpa jabatan
Teks Hadih Maja
Teuböh-teuböh meudang ara, meu sikrak lha jeuet ke ceudöh.
Teuböh-teuböh aneuk ureueng tuha, meu sikrak haba jeuet tatröh.
Makna / terjemahan
Terbuang-buang kayu medang arah, sepotong bahan jadi sandaran.
Terbuang-buang anak orang tua, sepatah kata dapat disimpan.
Informasi
Dipublikasikan
22 May 2026
Validator/Kurator
Dr. Syamsul Bahri, MA
Status
Published
Frekuensi Dibaca
0 kali
Audio Diputar
0 kali
Modul PDF Tematik
Modul Hadih Maja Kategori Pendidikan
Untuk pembelajaran
Gunakan halaman ini untuk membaca teks Aceh, membandingkan makna, lalu lanjut ke bilik belajar untuk eksplorasi modul & kuis.
Pemaknaan dan penjelasan
Hadih maja ini menegaskan bahwa orang yang memiliki ilmu, kepandaian, dan kebijaksanaan tetap mempunyai nilai dan kegunaan, meskipun pada suatu waktu ia tidak memegang jabatan, kekuasaan, atau kedudukan yang tinggi. Perumpamaan kayu yang tampak terbuang tetapi masih dapat dijadikan sandaran menunjukkan bahwa sesuatu yang kelihatannya tidak menonjol tetap bisa memberi manfaat pada saat dibutuhkan. Demikian pula orang berilmu, walaupun tidak selalu tampil di depan atau memiliki posisi penting, pemikiran dan ucapannya tetap bernilai serta dapat menjadi rujukan ketika masyarakat menghadapi persoalan yang sulit. Dalam konteks pendidikan, Hadih Maja ini mengandung pesan bahwa ilmu merupakan bekal yang melekat pada diri seseorang dan tidak bergantung pada jabatan formal. Pendidikan karena itu tidak boleh dipahami hanya sebagai jalan menuju kekuasaan atau status sosial, tetapi sebagai proses membangun kualitas diri yang akan berguna bagi orang lain kapan pun diperlukan
Hadih terkait
Audio pelafalan
Didengar 0 kali
Pelafalan Asli
Posisi audio akan disimpan otomatis di browser Anda.