Bertentangan dengan adat dan hukum
Teks Hadih Maja
Bak adat han jikab, bak hukóm han jitaluem
Makna / terjemahan
Pada adat tidak tergigit, pada hukum tidak terkulum
Informasi
Dipublikasikan
22 May 2026
Validator/Kurator
Dr. Syamsul Bahri, MA
Status
Published
Frekuensi Dibaca
1 kali
Audio Diputar
0 kali
Modul PDF Tematik
Modul Hadih Maja Kategori Agama
Untuk pembelajaran
Gunakan halaman ini untuk membaca teks Aceh, membandingkan makna, lalu lanjut ke bilik belajar untuk eksplorasi modul & kuis.
Pemaknaan dan penjelasan
Hadih maja ini menggambarkan sesuatu perbuatan, sikap, atau keputusan yang tidak dapat dibenarkan, baik menurut adat maupun menurut hukum. Ungkapan “bak adat han jikab” menunjukkan bahwa suatu perkara tidak dapat diterima oleh norma adat, kebiasaan baik, dan kepatutan hidup masyarakat. Sementara “bak hukóm han jitaluem” menegaskan bahwa perkara tersebut juga tidak sesuai dengan hukum, aturan, atau ketentuan agama yang menjadi pedoman hidup. Dalam konteks agama dan budaya Aceh, adat dan hukum tidak dipandang sebagai dua hal yang terpisah secara mutlak, tetapi saling menguatkan dalam menjaga ketertiban, akhlak, dan kehormatan masyarakat. Karena itu, apabila suatu tindakan sudah tidak baik menurut adat dan tidak benar menurut hukum, maka tindakan tersebut harus dijauhi. Hadih maja ini mengajarkan pentingnya menimbang setiap perbuatan dengan ukuran kepatutan sosial dan kebenaran hukum, agar manusia tidak terjerumus pada perilaku yang merusak diri, keluarga, dan masyarakat
Hadih terkait
Audio pelafalan
Didengar 0 kali
Pelafalan Asli
Posisi audio akan disimpan otomatis di browser Anda.