Ilmu memuliakan, harta menguatkan pergaulan
Teks Hadih Maja
Hina di dônya èleumèe teuh tan, hina bak rakan hana areuta.
Makna / terjemahan
Hina di dunia karena tidak berilmu, hina di hadapan kawan karena tidak berharta.
Informasi
Dipublikasikan
22 May 2026
Validator/Kurator
Dr. Syamsul Bahri, MA
Status
Published
Frekuensi Dibaca
0 kali
Audio Diputar
0 kali
Modul PDF Tematik
Modul Hadih Maja Kategori Pendidikan
Untuk pembelajaran
Gunakan halaman ini untuk membaca teks Aceh, membandingkan makna, lalu lanjut ke bilik belajar untuk eksplorasi modul & kuis.
Pemaknaan dan penjelasan
Hadih maja ini menunjukkan bahwa dalam kehidupan manusia terdapat dua ukuran penilaian sosial yang sering berjalan berdampingan, yaitu ilmu dan harta. Seseorang dipandang hina di dunia apabila tidak memiliki ilmu, karena ilmu menjadi tanda kecerdasan, martabat, dan kemampuan memahami kehidupan. Sementara itu, dalam pergaulan sosial, ketiadaan harta sering menyebabkan seseorang dipandang lemah atau kurang memiliki posisi di hadapan kawan-kawannya. Ungkapan ini tidak dimaksudkan untuk memuliakan harta melebihi ilmu, tetapi untuk menggambarkan kenyataan sosial bahwa ilmu memberi kemuliaan intelektual dan moral, sedangkan harta memberi daya dukung dalam relasi sosial. Dalam konteks pendidikan, Hadih Maja ini menegaskan bahwa ilmu harus ditempatkan sebagai bekal utama kehidupan, karena melalui ilmu seseorang memperoleh kehormatan, arah hidup, dan kemampuan membedakan yang benar dari yang salah. Adapun harta hanyalah penunjang dalam kehidupan sosial, bukan ukuran utama kemuliaan manusia. DHadih Maja ini mengandung pesan bahwa pendidikan dan pencarian ilmu merupakan jalan penting untuk mengangkat martabat seseorang, baik di hadapan masyarakat maupun dalam kehidupan yang lebih luas
Jelajahi Hadih Lain dalam Tema Pendidikan
Hadih terkait
Audio pelafalan
Didengar 0 kali
Pelafalan Asli
Posisi audio akan disimpan otomatis di browser Anda.