Keadilan bantuan
Teks Hadih Maja
Uroe tamita malam tapajôh.
Makna / terjemahan
Diberi kepada orang kenyang dipuji di depan mata, diberi kepada
orang lapar dimakan api neraka
Informasi
Dipublikasikan
22 May 2026
Validator/Kurator
Dr. Syamsul Bahri, MA
Status
Published
Frekuensi Dibaca
0 kali
Audio Diputar
0 kali
Modul PDF Tematik
Modul Hadih Maja Kategori Ekonomi
Untuk pembelajaran
Gunakan halaman ini untuk membaca teks Aceh, membandingkan makna, lalu lanjut ke bilik belajar untuk eksplorasi modul & kuis.
Pemaknaan dan penjelasan
Hadih maja ini mengandung kritik terhadap cara manusia memberi bantuan atau membagikan harta yang tidak tepat sasaran. Orang yang sudah kenyang, berkecukupan, atau tidak terlalu membutuhkan bantuan sering kali hanya membalas dengan pujian di depan mata. Pujian itu mungkin menyenangkan, tetapi tidak memberi nilai moral yang besar karena bantuan tersebut tidak benar-benar menyentuh kebutuhan mendesak. Sebaliknya, apabila bantuan diberikan kepada orang yang lapar, miskin, dan sangat membutuhkan, maka pemberian itu memiliki nilai kemanusiaan dan keagamaan yang jauh lebih tinggi. Ungkapan “jisakeuek apui neuraka” menjadi peringatan keras bahwa mengabaikan orang yang lapar atau salah menempatkan bantuan dapat menjadi kesalahan moral yang berat. Dalam konteks ekonomi, hadih maja ini mengajarkan pentingnya keadilan distribusi, kepedulian kepada fakir miskin, dan ketepatan dalam memberi. Harta seharusnya tidak hanya digunakan untuk mencari pujian dari orang yang sudah mampu, tetapi diarahkan kepada pihak yang benar-benar membutuhkan agar membawa manfaat, keberkahan, dan keadilan sosial
Jelajahi Hadih Lain dalam Tema Ekonomi
Hadih terkait
Audio pelafalan
Didengar 0 kali
Pelafalan Asli
Posisi audio akan disimpan otomatis di browser Anda.