Hadih Publik Agama Audio tersedia 0 dibaca 0 didengar Kontributor: Dr. Syamsul Bahri, MA

Tipu daya manusia

Teks Hadih Maja
Iléh lheueh parang cumèh
Makna / terjemahan
Belut lepas parang sumbing
Informasi
Dipublikasikan 22 May 2026
Validator/Kurator Dr. Syamsul Bahri, MA
Status Published
Frekuensi Dibaca 0 kali
Audio Diputar 0 kali

Modul PDF Tematik
Modul Hadih Maja Kategori Agama
Untuk pembelajaran

Gunakan halaman ini untuk membaca teks Aceh, membandingkan makna, lalu lanjut ke bilik belajar untuk eksplorasi modul & kuis.

Pemaknaan dan penjelasan

Hadih maja ini menggambarkan orang yang dengan licik mampu melepaskan diri dari keadaan sulit atau dari tanggung jawab tertentu dengan memanfaatkan tipu daya dan kecerdikan yang tidak jujur. Perumpamaan “belut lepas, parang menjadi sumbing” menunjukkan bahwa pihak yang licik dapat lolos tanpa menanggung akibat, sementara pihak lain justru dirugikan, lelah, atau mengalami kerusakan. Makna yang terkandung di dalamnya adalah peringatan bahwa tidak semua kecerdikan bernilai baik, karena akal yang dipakai untuk menipu hanya akan melahirkan kerugian bagi orang lain dan merusak kepercayaan dalam kehidupan bersama. Dalam konteks sosial dan moral, Hadih Maja ini menanamkan nilai bahwa manusia harus berhati-hati terhadap perilaku manipulatif serta tidak menggunakan kecerdasan untuk mengambil keuntungan dengan cara yang curang. Dengan demikian, ungkapan ini mengajarkan bahwa tipu daya mungkin memberi keuntungan sesaat, tetapi pada akhirnya merusak hubungan sosial, menghilangkan kehormatan diri, dan menunjukkan rendahnya integritas seseorang

Hadih terkait

Audio pelafalan

Didengar 0 kali Pelafalan Asli

Posisi audio akan disimpan otomatis di browser Anda.

Bagikan entri

WhatsApp Telegram

Sumber
Tim Peneliti