Orang berakal tahu malu
Teks Hadih Maja
Biek até batèe hana akai hana malèe
Makna / terjemahan
'Bangsa' orang berhati batu tidak berakal tidak tahu malu
Informasi
Dipublikasikan
22 May 2026
Validator/Kurator
Dr. Syamsul Bahri, MA
Status
Published
Frekuensi Dibaca
0 kali
Audio Diputar
0 kali
Modul PDF Tematik
Modul Hadih Maja Kategori Pendidikan
Untuk pembelajaran
Gunakan halaman ini untuk membaca teks Aceh, membandingkan makna, lalu lanjut ke bilik belajar untuk eksplorasi modul & kuis.
Pemaknaan dan penjelasan
Hadih maja ini menegaskan bahwa akal tidak hanya berhubungan dengan kemampuan berpikir, tetapi juga berkaitan erat dengan kesadaran moral dalam diri seseorang. Ungkapan ini menyindir orang yang keras hati, tidak menggunakan akalnya dengan baik, dan karena itu kehilangan rasa malu dalam bertindak. Dalam pandangan pendidikan, kecerdasan yang sejati bukan hanya terletak pada tajamnya pikiran, tetapi juga pada kemampuan membedakan yang baik dan yang buruk, pantas dan tidak pantas, serta benar dan salah dalam kehidupan sosial. Karena itu, pendidikan tidak cukup hanya membentuk kemampuan intelektual, tetapi juga harus menumbuhkan rasa malu, sopan santun, dan tanggung jawab etis. Dengan demikian, Hadih Maja ini mengandung pesan bahwa akal yang sehat akan melahirkan kepekaan moral, sedangkan hilangnya akal sehat akan membuat seseorang mudah terjerumus pada perilaku yang tidak beradab
Hadih terkait
Audio pelafalan
Didengar 0 kali
Pelafalan Asli
Posisi audio akan disimpan otomatis di browser Anda.