Orang kaya tanpa peduli
Teks Hadih Maja
Ureueng kaya seutia kureueng, ureueng budueng akai hana.
Makna / terjemahan
Orang kaya kurang setia, orang dungu akal tak ada.
Informasi
Dipublikasikan
22 May 2026
Validator/Kurator
Dr. Syamsul Bahri, MA
Status
Published
Frekuensi Dibaca
0 kali
Audio Diputar
0 kali
Modul PDF Tematik
Modul Hadih Maja Kategori Ekonomi
Untuk pembelajaran
Gunakan halaman ini untuk membaca teks Aceh, membandingkan makna, lalu lanjut ke bilik belajar untuk eksplorasi modul & kuis.
Pemaknaan dan penjelasan
Hadih maja ini menggambarkan dua perilaku yang dianggap bermasalah dalam kehidupan masyarakat, yaitu orang kaya yang kurang peduli kepada orang lain dan orang dungu yang bertindak tanpa menggunakan akal. Ungkapan “ureueng kaya seutia kureueng” menjadi sindiran kepada sebagian orang yang setelah memiliki harta, kedudukan, atau kehidupan yang lebih baik, justru kurang memperhatikan kesusahan orang lain, bahkan kadang-kadang tidak lagi peduli kepada kerabat dan kaum sendiri. Kekayaan yang seharusnya memperluas manfaat sosial dapat berubah menjadi jarak, keangkuhan, dan hilangnya rasa setia apabila tidak disertai akhlak. Sementara itu, “ureueng budueng akai hana” menggambarkan orang yang berkata dan bertindak semaunya tanpa pertimbangan, sehingga perilakunya dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Dalam konteks ekonomi dan sosial, hadih maja ini mengajarkan bahwa harta harus disertai kepedulian, sedangkan tindakan harus disertai akal sehat. Kekayaan tanpa kesetiaan sosial dan perilaku tanpa pertimbangan sama-sama dapat merusak hubungan dalam masyarakat.
Jelajahi Hadih Lain dalam Tema Ekonomi
Hadih terkait
Audio pelafalan
Didengar 0 kali
Pelafalan Asli
Posisi audio akan disimpan otomatis di browser Anda.