Hadih Publik Pendidikan Audio tersedia 0 dibaca 0 didengar Kontributor: Dr. Syamsul Bahri, MA

Tidak tahu diri dan suka menonjolkan diri

Teks Hadih Maja
Sabôh leuek sabôh siwah, 'oh jikeuprak putoh taloe; Na sidroe-droe hamba Allah, ija beukah han thèe keudroe
Makna / terjemahan
Seekor balam seekor rajawali, ketika sayap dikembangkan putus tali; ada seorang hamba Allah, kainnya robek tetapi tidak tahu diri.
Informasi
Dipublikasikan 22 May 2026
Validator/Kurator Dr. Syamsul Bahri, MA
Status Published
Frekuensi Dibaca 0 kali
Audio Diputar 0 kali

Modul PDF Tematik
Modul Hadih Maja Kategori Pendidikan
Untuk pembelajaran

Gunakan halaman ini untuk membaca teks Aceh, membandingkan makna, lalu lanjut ke bilik belajar untuk eksplorasi modul & kuis.

Pemaknaan dan penjelasan

Hadih maja ini menyindir seseorang yang tidak memahami keadaan dan kedudukannya sendiri, tetapi justru berusaha tampil besar, megah, atau menonjol di hadapan orang lain. Gambaran burung yang mengembangkan sayap dan seseorang yang berpakaian robek tetapi tidak sadar diri menunjukkan adanya ketimpangan antara keadaan yang sebenarnya dengan sikap yang ditampilkan. Makna sosial dari ungkapan ini sangat kuat, yaitu peringatan agar manusia bersikap tahu diri, rendah hati, dan proporsional dalam membawa diri di tengah masyarakat. Dalam kehidupan sosial, orang yang tidak mampu menilai dirinya secara jujur cenderung bersikap berlebihan, mencari pengakuan, atau memaksakan citra yang tidak sesuai dengan kenyataan. Oleh karena itu, Hadih Maja ini mengandung nilai pendidikan sosial dan moral tentang pentingnya kesadaran diri, kerendahan hati, dan kemampuan menempatkan diri secara wajar dalam pergaulan

Hadih terkait

Audio pelafalan

Didengar 0 kali Pelafalan Asli

Posisi audio akan disimpan otomatis di browser Anda.

Bagikan entri

WhatsApp Telegram

Sumber
Tim Peneliti