Bersaing melihat kekuatan
Teks Hadih Maja
Ngon gajah bèk tameudring-dring, ngon hakim bèk tameuseunda.
Makna / terjemahan
Dengan gajah jangan bersenggol-senggolan, dengan hakim jangan bersenda-gurau.
Informasi
Dipublikasikan
22 May 2026
Validator/Kurator
Dr. Syamsul Bahri, MA
Status
Published
Frekuensi Dibaca
0 kali
Audio Diputar
0 kali
Modul PDF Tematik
Modul Hadih Maja Kategori Ekonomi
Untuk pembelajaran
Gunakan halaman ini untuk membaca teks Aceh, membandingkan makna, lalu lanjut ke bilik belajar untuk eksplorasi modul & kuis.
Pemaknaan dan penjelasan
Hadih maja ini mengandung nasihat agar seseorang mampu mengukur kekuatan, kemampuan, dan kedudukan dirinya sebelum berhadapan atau bersaing dengan pihak lain. Gajah melambangkan kekuatan besar; bersenggolan dengannya tentu dapat membawa bahaya bagi pihak yang lebih lemah. Sementara hakim melambangkan orang yang memiliki ilmu, kewenangan, dan keahlian; bersenda gurau secara tidak pantas dengannya dapat menimbulkan kerugian karena salah tempat, salah bicara, atau meremehkan orang yang memiliki otoritas. Dalam konteks ekonomi, ungkapan ini mengajarkan agar manusia tidak sembarangan bersaing dengan pihak yang jauh lebih kuat modal, pengalaman, jaringan, atau kekuasaannya tanpa persiapan yang matang. Persaingan yang tidak seimbang dapat menyebabkan kerugian, sebagaimana berbicara tanpa adab kepada orang ahli dapat menjatuhkan diri sendiri. Hadih maja ini bukan mengajarkan rasa takut, tetapi menekankan pentingnya kecermatan membaca posisi, memilih strategi, menghormati keahlian, dan tidak bertindak gegabah dalam usaha maupun pergaulan ekonomi.
Hadih terkait
Audio pelafalan
Didengar 0 kali
Pelafalan Asli
Posisi audio akan disimpan otomatis di browser Anda.