Bertani sumber hidup
Teks Hadih Maja
Pangulèe hareukat meugoe, pruet teutroe aneuk teuh na
Makna / terjemahan
Penghulu usaha bertani/bersawah; perut kenyang anak pun ada
Informasi
Dipublikasikan
22 May 2026
Validator/Kurator
Dr. Syamsul Bahri, MA
Status
Published
Frekuensi Dibaca
0 kali
Audio Diputar
0 kali
Modul PDF Tematik
Modul Hadih Maja Kategori Ekonomi
Untuk pembelajaran
Gunakan halaman ini untuk membaca teks Aceh, membandingkan makna, lalu lanjut ke bilik belajar untuk eksplorasi modul & kuis.
Pemaknaan dan penjelasan
Hadih maja ini menegaskan bahwa pertanian merupakan sumber penghidupan utama dalam masyarakat Aceh. Ungkapan “pangulèe hareukat meugoe” menunjukkan bahwa bertani atau bersawah dipandang sebagai usaha pokok yang paling mendasar karena menghasilkan bahan makanan utama bagi kehidupan. Sawah dan ladang bukan hanya tempat bekerja, tetapi juga sumber keberlangsungan keluarga, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat. Kalimat “pruetteu troe aneuk teu na” menggambarkan bahwa apabila kebutuhan pokok terpenuhi, terutama makanan, maka kehidupan keluarga dapat berjalan dengan baik dan generasi dapat tumbuh. Dalam konteks ekonomi tradisional, hadih maja ini memperlihatkan bahwa kemakmuran masyarakat sangat bergantung pada kemampuan mengelola tanah, bekerja tekun, dan menjaga hasil pertanian. Ungkapan ini juga menjadi pengingat bahwa pekerjaan yang menghasilkan kebutuhan dasar manusia memiliki nilai ekonomi dan sosial yang sangat tinggi.
Jelajahi Hadih Lain dalam Tema Ekonomi
Entri pertama dalam tema ini
Hadih terkait
Audio pelafalan
Didengar 0 kali
Pelafalan Asli
Posisi audio akan disimpan otomatis di browser Anda.