Ilmu fikih
Teks Hadih Maja
Tapeu-utang bèk payah tunggèe, tameu-utang tabayeue dilèe, tameu
gurèe bak ureueng lhèe. ulèe.
Makna / terjemahan
Piutang jangan payah ditagih, berhutang bayar dahulu, berguru pada
orang tiga kepala.
Informasi
Dipublikasikan
22 May 2026
Validator/Kurator
Dr. Syamsul Bahri, MA
Status
Published
Frekuensi Dibaca
0 kali
Audio Diputar
0 kali
Modul PDF Tematik
Modul Hadih Maja Kategori Agama
Untuk pembelajaran
Gunakan halaman ini untuk membaca teks Aceh, membandingkan makna, lalu lanjut ke bilik belajar untuk eksplorasi modul & kuis.
Pemaknaan dan penjelasan
Hadih maja ini pada mulanya berbentuk ungkapan umum tentang kewajiban memenuhi hak orang lain, mendahulukan tanggung jawab, dan mencari bimbingan kepada pihak yang berwenang, tetapi dalam makna kiasannya diarahkan pada tata cara perkawinan yang harus dijalankan secara tertib menurut agama dan adat. Ungkapan ini menegaskan bahwa dalam urusan perkawinan ada syarat, kewajiban, dan ketentuan yang tidak boleh diabaikan, seperti mahar, tanda lamaran, dan kehadiran pihak-pihak yang sah sebagai saksi serta pengesah, yakni imam, kepala kampung, dan kadhi. Dalam konteks agama, Hadih Maja ini mengandung pesan bahwa perkawinan bukan sekadar urusan pribadi, melainkan ikatan yang sakral dan sosial, sehingga harus dilaksanakan dengan memenuhi aturan syariat dan adat yang berlaku. Dengan demikian, Hadih Maja ini menanamkan nilai bahwa kehidupan rumah tangga yang baik harus dibangun di atas tanggung jawab, keteraturan, penghormatan terhadap hukum agama, dan kepatuhan pada tata adat yang telah diwariskan
Hadih terkait
Audio pelafalan
Didengar 0 kali
Pelafalan Asli
Posisi audio akan disimpan otomatis di browser Anda.