Hadih Publik Sosial Audio tersedia 0 dibaca 0 didengar Kontributor: Dr. Syamsul Bahri, MA

jarak menjaga hormat

Teks Hadih Maja
Kayém tajak geutiek situek, jareueng taduek geubri tika.
Makna / terjemahan
Sering-sering datang dicampakkan upih, jarang-jarang datang di berikannya tikar.
Informasi
Dipublikasikan 22 May 2026
Validator/Kurator Dr. Syamsul Bahri, MA
Status Published
Frekuensi Dibaca 0 kali
Audio Diputar 0 kali

Modul PDF Tematik
Modul Hadih Maja Kategori Sosial
Untuk pembelajaran

Gunakan halaman ini untuk membaca teks Aceh, membandingkan makna, lalu lanjut ke bilik belajar untuk eksplorasi modul & kuis.

Pemaknaan dan penjelasan

Hadih maja ini menggambarkan bahwa dalam hubungan persaudaraan, persahabatan, atau hubungan sosial lainnya, jarak yang wajar sering membuat penghormatan tetap terjaga. Jika seseorang terlalu sering datang ke rumah orang lain, lama-kelamaan kehadirannya dapat dianggap biasa, bahkan penghormatan yang diberikan menjadi berkurang. Hal ini digambarkan dengan ungkapan “geutiek situek”, yaitu hanya dicampakkan upih sebagai alas, bukan tikar yang layak. Sebaliknya, orang yang jarang datang biasanya lebih dirindukan, lebih dihargai, dan disambut dengan penghormatan yang lebih besar, sebagaimana digambarkan dengan “geuori tika”, yaitu diberikan tikar sebagai bentuk pemuliaan tamu. Hadih maja ini bukan melarang silaturahmi, tetapi mengajarkan adab dalam menjaga hubungan sosial: bertamu perlu tahu waktu, tahu batas, dan tidak berlebihan, agar keakraban tidak berubah menjadi kejenuhan dan penghormatan tetap terpelihara.

Hadih terkait

Audio pelafalan

Didengar 0 kali Pelafalan Asli

Posisi audio akan disimpan otomatis di browser Anda.

Bagikan entri

WhatsApp Telegram

Sumber
Tim Peneliti