Keteladanan dalam sopan santun
Teks Hadih Maja
Khém meuhah-hah saleuek bak iblis, khém meuhih-hih saleuek bak guda. Khém teusinyom saleuek bak teungku, khém sigitu buet ulama.
Makna / terjemahan
Tertawa terbahak-bahak teladan pada iblis, tertawa terkekeh-kekeh teladan pada kuda. Tertawa tersenyum-simpul teladan pada guru, tertawa sedikit perbuatan ulama.
Informasi
Dipublikasikan
22 May 2026
Validator/Kurator
Dr. Syamsul Bahri, MA
Status
Published
Frekuensi Dibaca
0 kali
Audio Diputar
0 kali
Modul PDF Tematik
Modul Hadih Maja Kategori Pendidikan
Untuk pembelajaran
Gunakan halaman ini untuk membaca teks Aceh, membandingkan makna, lalu lanjut ke bilik belajar untuk eksplorasi modul & kuis.
Pemaknaan dan penjelasan
Hadih maja ini mengajarkan etika perilaku, khususnya dalam hal sikap dan ekspresi diri di hadapan orang lain. Ungkapan ini membandingkan cara tertawa yang berlebihan dengan teladan yang buruk, lalu menempatkan sikap tenang, tersenyum secukupnya, dan menjaga wibawa sebagai ciri orang berilmu seperti teungku dan ulama. Makna yang terkandung di dalamnya bukan sekadar tentang tertawa, tetapi lebih luas menyangkut pengendalian diri, kepantasan dalam berperilaku, dan kemampuan menjaga adab di ruang sosial. Dalam konteks pendidikan, Hadih Maja ini menanamkan bahwa manusia yang terdidik tidak hanya dinilai dari ilmu yang dimiliki, tetapi juga dari cara membawa diri, bersikap sopan, dan menjaga kehormatan dalam pergaulan. Guru dan ulama dijadikan teladan karena keduanya dipandang sebagai figur yang bukan hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menunjukkan bagaimana adab dan kesantunan itu dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Hadih terkait
Audio pelafalan
Didengar 0 kali
Pelafalan Asli
Posisi audio akan disimpan otomatis di browser Anda.