Membuang adat, memilih yang hina
Teks Hadih Maja
Adat tajilén, adén tajilat
Makna / terjemahan
Adat kita buang, pelembahan kita jilat
Informasi
Dipublikasikan
22 May 2026
Validator/Kurator
Dr. Syamsul Bahri, MA
Status
Published
Frekuensi Dibaca
0 kali
Audio Diputar
0 kali
Modul PDF Tematik
Modul Hadih Maja Kategori Budaya
Untuk pembelajaran
Gunakan halaman ini untuk membaca teks Aceh, membandingkan makna, lalu lanjut ke bilik belajar untuk eksplorasi modul & kuis.
Pemaknaan dan penjelasan
Hadih maja ini merupakan sindiran keras kepada orang yang meninggalkan hal yang baik, mulia, dan terhormat, tetapi justru mengambil sesuatu yang buruk, hina, dan tidak pantas. Perbandingan antara adat sebagai lambang tatanan hidup yang baik dengan adén sebagai kumpulan air kotor menunjukkan betapa terbaliknya pilihan orang yang melepaskan nilai luhur lalu mengikuti hal-hal yang merusak. Dalam konteks budaya, Hadih Maja ini menegaskan bahwa adat bukan sekadar kebiasaan, melainkan pedoman hidup yang menjaga kehormatan, ketertiban, dan martabat masyarakat. Ketika adat ditinggalkan, yang muncul bukan kebebasan yang bermakna, tetapi kemerosotan nilai dan kerusakan perilaku. Dengan demikian, ungkapan ini menanamkan nilai bahwa budaya yang baik harus dipelihara dan dihormati, sebab meninggalkan yang mulia untuk mengambil yang hina hanya akan membawa kejatuhan bagi diri sendiri dan masyarakat.
Hadih terkait
Audio pelafalan
Didengar 0 kali
Pelafalan Asli
Posisi audio akan disimpan otomatis di browser Anda.