tanpa otoritas
Teks Hadih Maja
Lagèe jalö hana pawang, lagèe prang hana panglima.
Makna / terjemahan
Bagai perahu tak berpawang, bagai perang tak berpanglima.
Informasi
Dipublikasikan
22 May 2026
Validator/Kurator
Dr. Syamsul Bahri, MA
Status
Published
Frekuensi Dibaca
0 kali
Audio Diputar
0 kali
Modul PDF Tematik
Modul Hadih Maja Kategori Budaya
Untuk pembelajaran
Gunakan halaman ini untuk membaca teks Aceh, membandingkan makna, lalu lanjut ke bilik belajar untuk eksplorasi modul & kuis.
Pemaknaan dan penjelasan
Hadih maja ini menggambarkan pentingnya pemimpin dalam menjaga keteraturan, persatuan, dan arah kehidupan suatu kelompok atau kaum. Perahu tanpa pawang akan mudah kehilangan arah di tengah arus dan gelombang, sebagaimana perang tanpa panglima akan kacau karena tidak ada yang mengatur strategi, memberi komando, dan menyatukan kekuatan. Dalam konteks budaya Aceh, ungkapan ini menunjukkan bahwa kehidupan bersama memerlukan figur pengarah yang dihormati, baik dalam keluarga, gampong, lembaga adat, maupun masyarakat luas. Pemimpin bukan hanya orang yang berada di depan, tetapi juga penjaga keseimbangan, pemersatu, dan penentu arah ketika masyarakat menghadapi persoalan. Tanpa kepemimpinan, suatu kaum mudah terpecah, masing-masing berjalan menurut kehendaknya sendiri, dan tujuan bersama menjadi sulit dicapai. Hadih maja ini mengajarkan bahwa budaya hidup bermasyarakat membutuhkan kepemimpinan yang bijak, berwibawa, dan mampu merawat persatuan
Hadih terkait
Audio pelafalan
Didengar 0 kali
Pelafalan Asli
Posisi audio akan disimpan otomatis di browser Anda.