Hadih Publik Budaya Audio tersedia 0 dibaca 0 didengar Kontributor: Dr. Syamsul Bahri, MA

Kehormatan lebih penting dari kepintaran

Teks Hadih Maja
Keu peue carong iku ka lipéh, keu peue aréh meunyoe ka ceudra
Makna / terjemahan
Apa guna pintar ekor sudah tipis, apa guna arif kalau sudah cedera
Informasi
Dipublikasikan 22 May 2026
Validator/Kurator Dr. Syamsul Bahri, MA
Status Published
Frekuensi Dibaca 0 kali
Audio Diputar 0 kali

Modul PDF Tematik
Modul Hadih Maja Kategori Budaya
Untuk pembelajaran

Gunakan halaman ini untuk membaca teks Aceh, membandingkan makna, lalu lanjut ke bilik belajar untuk eksplorasi modul & kuis.

Pemaknaan dan penjelasan

Hadih maja ini menegaskan bahwa kecerdasan dan kearifan tidak akan bernilai tinggi apabila tidak disertai kehormatan, nama baik, dan integritas moral. Ungkapan “apa guna pintar” dan “apa guna arif” menunjukkan bahwa kepandaian seseorang dapat kehilangan maknanya ketika perilakunya rusak, martabatnya jatuh, atau kepercayaan orang lain terhadap dirinya telah hilang. Dalam kehidupan masyarakat, orang berilmu memang dihargai karena pengetahuannya, tetapi penghargaan itu sesungguhnya berdiri di atas akhlak, kejujuran, dan keteladanan yang menyertai ilmunya. Karena itu, Hadih Maja ini mengandung pesan bahwa kehormatan lebih penting daripada sekadar kecerdasan, sebab nama baik merupakan penyangga utama bagi wibawa ilmu. Dengan demikian, ungkapan ini menanamkan nilai bahwa kepintaran yang tidak dijaga dengan perilaku yang benar hanya akan melahirkan pengetahuan yang kosong dari kemuliaan, sedangkan orang yang menjaga kehormatan diri akan membuat ilmunya benar-benar bermakna dan dihargai

Hadih terkait

Audio pelafalan

Didengar 0 kali Pelafalan Asli

Posisi audio akan disimpan otomatis di browser Anda.

Bagikan entri

WhatsApp Telegram

Sumber
Tim Peneliti