Ucapan harus sesuai dengan kedudukan
Teks Hadih Maja
Nyang patôt aduen bèk takheun adoe, nyang patôt mentroe. bèk takheun raja
Makna / terjemahan
Yang patut abang jangan dikatakan adik, yang patut menteri jangan
dikatakan raja.
Informasi
Dipublikasikan
22 May 2026
Validator/Kurator
Dr. Syamsul Bahri, MA
Status
Published
Frekuensi Dibaca
0 kali
Audio Diputar
0 kali
Modul PDF Tematik
Modul Hadih Maja Kategori Budaya
Untuk pembelajaran
Gunakan halaman ini untuk membaca teks Aceh, membandingkan makna, lalu lanjut ke bilik belajar untuk eksplorasi modul & kuis.
Pemaknaan dan penjelasan
Hadih maja ini menegaskan bahwa dalam pergaulan masyarakat, setiap orang harus dipanggil, disebut, dan diperlakukan sesuai dengan kedudukan, peran, dan derajatnya masing-masing. Ungkapan ini menunjukkan pentingnya ketepatan dalam bertutur kata, karena kesalahan dalam menyebut atau menempatkan seseorang dapat dianggap sebagai bentuk ketidaktahuan, ketidaksopanan, atau pengabaian terhadap tata krama. Dalam konteks budaya, Hadih Maja ini mengandung pesan bahwa masyarakat Aceh sangat menghargai keteraturan sosial, penghormatan kepada orang yang lebih tua, dan ketepatan dalam menempatkan seseorang menurut martabatnya. Dengan demikian, ungkapan ini menanamkan nilai bahwa bahasa dan sapaan bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga cerminan adab, penghargaan, dan pemahaman seseorang terhadap tata hidup bermasyarakat
Hadih terkait
Audio pelafalan
Didengar 0 kali
Pelafalan Asli
Posisi audio akan disimpan otomatis di browser Anda.