Bijak membaca tipu daya
Teks Hadih Maja
Bèk tapeukeutuk kon guda ladang, bèk tabóh kang kon guda kaha.
Makna / terjemahan
Jangan diperdayakan, bukan kuda jalang, jangan dikenakan kekang
Informasi
Dipublikasikan
22 May 2026
Validator/Kurator
Dr. Syamsul Bahri, MA
Status
Published
Frekuensi Dibaca
0 kali
Audio Diputar
0 kali
Modul PDF Tematik
Modul Hadih Maja Kategori Budaya
Untuk pembelajaran
Gunakan halaman ini untuk membaca teks Aceh, membandingkan makna, lalu lanjut ke bilik belajar untuk eksplorasi modul & kuis.
Pemaknaan dan penjelasan
Hadih maja ini menggambarkan kecerdasan seseorang dalam mengenali tipu muslihat, bujuk rayu, atau usaha orang lain untuk memperdayanya. Kuda jalang dan kuda bendi memiliki sifat serta perlakuan yang berbeda; karena itu, tidak semua kuda dapat diperlakukan dengan cara yang sama. Secara kiasan, ungkapan ini menunjukkan bahwa orang yang bijaksana tidak mudah dikelabui, tidak mudah dipaksa masuk ke dalam permainan orang lain, dan tidak gampang menerima perlakuan yang tidak sesuai dengan martabat serta kedudukannya. Dalam konteks budaya Aceh, hadih maja ini mengajarkan pentingnya ketajaman akal, kehati-hatian, dan kemampuan membaca maksud tersembunyi di balik ucapan atau tindakan seseorang. Orang yang berpengalaman biasanya mampu membedakan antara nasihat yang tulus dan siasat yang menjerat. Karena itu, ungkapan ini menjadi nasihat agar manusia tidak polos dalam pergaulan, tetapi tetap waspada, arif, dan mampu menjaga diri dari tipu daya yang dapat merugikan kehormatan maupun kehidupannya
Hadih terkait
Audio pelafalan
Didengar 0 kali
Pelafalan Asli
Posisi audio akan disimpan otomatis di browser Anda.