Hadih Publik Ekonomi Audio tersedia 0 dibaca 0 didengar Kontributor: Dr. Syamsul Bahri, MA

kreatif

Teks Hadih Maja
Encien bak putu, bèk tasôk bak giték. aneuk bak gundék bèk tabôh keu raja
Makna / terjemahan
Cincin di jari manis, jangan dipakai di kelingking, anak dari gundik/ selir jangan ditabalkan jadi raja
Informasi
Dipublikasikan 22 May 2026
Validator/Kurator Dr. Syamsul Bahri, MA
Status Published
Frekuensi Dibaca 0 kali
Audio Diputar 0 kali

Modul PDF Tematik
Modul Hadih Maja Kategori Ekonomi
Untuk pembelajaran

Gunakan halaman ini untuk membaca teks Aceh, membandingkan makna, lalu lanjut ke bilik belajar untuk eksplorasi modul & kuis.

Pemaknaan dan penjelasan

Hadih maja ini mengandung nasihat agar sesuatu ditempatkan sesuai dengan kedudukan, kelayakan, dan kepantasannya. Cincin yang semestinya dipakai pada jari manis tidak pantas dipindahkan ke tempat yang tidak sesuai, sebagaimana jabatan, pangkat, atau tanggung jawab besar tidak layak diberikan kepada orang yang tidak memenuhi syarat. Dalam konteks ekonomi dan kehidupan organisasi, ungkapan ini menekankan pentingnya menempatkan orang berdasarkan kemampuan, keahlian, integritas, dan kepantasan, bukan karena kedekatan, asal-usul, atau kepentingan tertentu. Apabila suatu pekerjaan atau kedudukan diberikan kepada orang yang tidak layak, maka urusan dapat rusak, keputusan menjadi keliru, dan masyarakat atau lembaga akan menanggung akibatnya. Hadih maja ini mengajarkan bahwa keteraturan hidup hanya dapat terjaga apabila setiap amanah diberikan kepada pihak yang tepat, sehingga pekerjaan berjalan baik dan tidak menimbulkan kerugian

Hadih terkait

Audio pelafalan

Didengar 0 kali Pelafalan Asli

Posisi audio akan disimpan otomatis di browser Anda.

Bagikan entri

WhatsApp Telegram

Sumber
Tim Peneliti