pudak semarak usia
Teks Hadih Maja
Boh liméng leumiek asam eungkôt brok, ureueng ka datôk pane lom gura
Makna / terjemahan
Belimbing lembek untuk asam ikan busuk, orang sudah tua mana ada
lagi semaraknya.
Informasi
Dipublikasikan
22 May 2026
Validator/Kurator
Dr. Syamsul Bahri, MA
Status
Published
Frekuensi Dibaca
0 kali
Audio Diputar
0 kali
Modul PDF Tematik
Modul Hadih Maja Kategori Sosial
Untuk pembelajaran
Gunakan halaman ini untuk membaca teks Aceh, membandingkan makna, lalu lanjut ke bilik belajar untuk eksplorasi modul & kuis.
Pemaknaan dan penjelasan
Hadih maja ini menggambarkan pandangan sosial bahwa usia tua sering dikaitkan dengan berkurangnya daya, semarak, dan pengaruh dalam pergaulan masyarakat. Boh liméng leumiek atau belimbing yang sudah lembek dipadankan dengan eungkót brók atau ikan busuk, sebagai kiasan terhadap sesuatu yang telah kehilangan kesegaran dan kekuatannya. Dalam ungkapan ini, orang yang sudah tua dianggap tidak lagi memiliki kegagahan, daya tarik, atau keaktifan seperti masa muda. Namun, makna sosialnya perlu dibaca secara hati-hati. Hadih maja ini bukan untuk merendahkan orang tua, melainkan menggambarkan realitas bahwa setiap fase kehidupan memiliki batas dan perubahannya sendiri. Seseorang yang dahulu kuat, disegani, dan aktif dalam masyarakat, pada masa tua dapat mengalami penurunan tenaga, peran, dan semarak sosial. Karena itu, ungkapan ini juga dapat menjadi pengingat agar manusia tidak sombong ketika muda dan kuat, sebab waktu akan membawa perubahan pada setiap orang.
Hadih terkait
Audio pelafalan
Didengar 0 kali
Pelafalan Asli
Posisi audio akan disimpan otomatis di browser Anda.