Hirarki sosial
Teks Hadih Maja
Bèk tapeusabé kai deungon arè.
Makna / terjemahan
Jangan menyamakan kal dengan literan beras.
Informasi
Dipublikasikan
22 May 2026
Validator/Kurator
Dr. Syamsul Bahri, MA
Status
Published
Frekuensi Dibaca
0 kali
Audio Diputar
0 kali
Modul PDF Tematik
Modul Hadih Maja Kategori Sosial
Untuk pembelajaran
Gunakan halaman ini untuk membaca teks Aceh, membandingkan makna, lalu lanjut ke bilik belajar untuk eksplorasi modul & kuis.
Pemaknaan dan penjelasan
Hadih maja ini mengandung nasihat agar seseorang mengetahui ukuran diri, kedudukan, pengalaman, dan batas kepantasannya dalam kehidupan sosial. Ungkapan “kai” dan “arè” menunjukkan dua alat takaran yang berbeda, sehingga tidak pantas disamakan begitu saja. Secara kiasan, hadih maja ini digunakan untuk menegur orang yang belum memiliki kedudukan, pengalaman, atau kematangan, tetapi ingin menyamakan dirinya dengan orang yang lebih tua, lebih berilmu, atau lebih tinggi tanggung jawabnya. Dalam masyarakat Aceh, penghormatan kepada orang tua, pemimpin, dan orang yang memiliki pengalaman merupakan bagian penting dari adab sosial. Karena itu, anak muda atau orang yang belum cukup memahami suatu persoalan sebaiknya tidak tergesa-gesa ikut campur, apalagi berbicara seolah-olah setara dengan orang yang lebih matang. Namun, maknanya bukan untuk merendahkan siapa pun, melainkan mengajarkan sikap tahu diri, rendah hati, menghormati hierarki sosial, dan menempatkan pendapat sesuai dengan ilmu, pengalaman, serta kepantasan.
Hadih terkait
Audio pelafalan
Didengar 0 kali
Pelafalan Asli
Posisi audio akan disimpan otomatis di browser Anda.