Balasan setimpal
Teks Hadih Maja
irhöm geutanyoe deungön bajoe, ta rhöm jih ngön nuga. Ji rhöm geu tanyoe deungön tumpoe ta rhöm jih ngön bada
Makna / terjemahan
Dilempar kita dengan baji, kita lempar dia dengan gada. Dilempar kita dengan tumpoe, kita lempar dia dengan pisang goreng.
Informasi
Dipublikasikan
22 May 2026
Validator/Kurator
Dr. Syamsul Bahri, MA
Status
Published
Frekuensi Dibaca
1 kali
Audio Diputar
0 kali
Modul PDF Tematik
Modul Hadih Maja Kategori Sosial
Untuk pembelajaran
Gunakan halaman ini untuk membaca teks Aceh, membandingkan makna, lalu lanjut ke bilik belajar untuk eksplorasi modul & kuis.
Pemaknaan dan penjelasan
Hadih maja ini menggambarkan prinsip hubungan sosial yang menekankan adanya balasan sesuai dengan perlakuan yang diterima. Jika seseorang memperlakukan kita dengan buruk, maka keburukan itu dapat kembali kepadanya dalam bentuk balasan yang setimpal. Sebaliknya, apabila seseorang datang dengan kebaikan, maka ia layak dibalas dengan kebaikan pula. Penggunaan kata bajoe dan nuga melambangkan tindakan keras atau buruk, sedangkan tumpoe dan bada melambangkan sesuatu yang baik, lembut, dan bernilai dalam tradisi masyarakat. Ungkapan ini tidak semata-mata mengajarkan pembalasan dendam, tetapi lebih menunjukkan kesadaran sosial masyarakat Aceh bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi moral. Dalam kehidupan bermasyarakat, seseorang perlu menjaga sikap, sebab perlakuan yang diberikan kepada orang lain sering kali akan kembali dalam bentuk yang serupa
Hadih terkait
Audio pelafalan
Didengar 0 kali
Pelafalan Asli
Posisi audio akan disimpan otomatis di browser Anda.