Adat dapat disesuaikan, hukum tidak boleh dilanggar
Teks Hadih Maja
Adat meuköh reubông, hukôm meuköh purieh... Adat jeuet barangho takông, hukôm han jeuet barangho takieh...
Makna / terjemahan
Adat memotong rebung, hukum memotong purieh; adat dapat ditimpa sekehendak, hukum tidak dapat dikiaskan sekehendak kita.
Informasi
Dipublikasikan
22 May 2026
Validator/Kurator
Dr. Syamsul Bahri, MA
Status
Published
Frekuensi Dibaca
0 kali
Audio Diputar
0 kali
Modul PDF Tematik
Modul Hadih Maja Kategori Budaya
Untuk pembelajaran
Gunakan halaman ini untuk membaca teks Aceh, membandingkan makna, lalu lanjut ke bilik belajar untuk eksplorasi modul & kuis.
Pemaknaan dan penjelasan
Hadih maja ini menegaskan adanya perbedaan kedudukan antara adat dan hukum dalam kehidupan masyarakat Aceh. Adat digambarkan lebih lentur karena dalam pelaksanaannya masih dapat menyesuaikan keadaan, tempat, dan kebutuhan masyarakat, sedangkan hukum memiliki sifat yang lebih tegas, mengikat, dan tidak boleh diperlakukan semaunya. Ungkapan ini menunjukkan bahwa walaupun adat tetap penting sebagai pedoman hidup bersama, hukum memiliki otoritas yang lebih kuat karena menyangkut ketertiban dan keadilan yang harus dijaga. Dalam konteks budaya Aceh, Hadih Maja ini mengandung pesan bahwa masyarakat harus mampu membedakan mana aturan yang dapat menyesuaikan diri dengan kebiasaan dan mana ketentuan yang tidak boleh dilanggar atau ditafsirkan sesuka hati. Dengan demikian, ungkapan ini menanamkan nilai bahwa budaya yang baik adalah budaya yang menghormati adat sebagai warisan sosial, tetapi tetap menempatkan hukum sebagai batas yang harus dijaga demi keteraturan hidup bersama.
Hadih terkait
Audio pelafalan
Didengar 0 kali
Pelafalan Asli
Posisi audio akan disimpan otomatis di browser Anda.