Budi yang sia-sia
Teks Hadih Maja
Bak kayèe maté bèk tabôh beunteueng, bak aneuk bajeueng bèk tapula
guna.
Makna / terjemahan
Pada kayu yang mati jangan dikenakan hamparan, pada anak haramzadah jangan bertanam budi.
Informasi
Dipublikasikan
22 May 2026
Validator/Kurator
Dr. Syamsul Bahri, MA
Status
Published
Frekuensi Dibaca
0 kali
Audio Diputar
0 kali
Modul PDF Tematik
Modul Hadih Maja Kategori Sosial
Untuk pembelajaran
Gunakan halaman ini untuk membaca teks Aceh, membandingkan makna, lalu lanjut ke bilik belajar untuk eksplorasi modul & kuis.
Pemaknaan dan penjelasan
Hadih maja ini mengandung nasihat agar seseorang berhati-hati dalam menanam budi atau memberikan kebaikan kepada orang yang tidak memiliki akhlak baik. “Kayèe maté” atau kayu mati menjadi kiasan bagi sesuatu yang tidak lagi memiliki daya hidup, sehingga apa pun yang diletakkan padanya tidak akan menghasilkan manfaat. Demikian pula, “aneuk bajeueng” dalam ungkapan ini menunjuk kepada orang yang buruk perangai, tidak tahu membalas jasa, dan tidak memiliki kesadaran moral untuk menghargai kebaikan orang lain. Dalam kehidupan sosial, kebaikan memang merupakan nilai luhur, tetapi kebaikan juga perlu disertai kebijaksanaan dalam menilai watak manusia. Orang yang jahat bukan hanya tidak membalas budi dengan kebaikan, tetapi kadang-kadang justru membalasnya dengan pengkhianatan, kerugian, atau kejahatan. Hadih maja ini bukan mengajarkan agar manusia berhenti berbuat baik, melainkan mengingatkan agar kebaikan tidak diberikan secara buta kepada orang yang dapat menyalahgunakannya dan merusak hubungan sosial.
Hadih terkait
Audio pelafalan
Didengar 0 kali
Pelafalan Asli
Posisi audio akan disimpan otomatis di browser Anda.