Saat orang marah
Teks Hadih Maja
Tajak lam reudôk, meu tika brôk han jipeutaba.
Makna / terjemahan
Datang pada waktu mendung, tikar buruk pun tak ditawarkan
Informasi
Dipublikasikan
22 May 2026
Validator/Kurator
Dr. Syamsul Bahri, MA
Status
Published
Frekuensi Dibaca
0 kali
Audio Diputar
0 kali
Modul PDF Tematik
Modul Hadih Maja Kategori Sosial
Untuk pembelajaran
Gunakan halaman ini untuk membaca teks Aceh, membandingkan makna, lalu lanjut ke bilik belajar untuk eksplorasi modul & kuis.
Pemaknaan dan penjelasan
Hadih maja ini menggambarkan keadaan ketika seseorang datang kepada orang lain pada saat suasana hati sedang tidak baik, sehingga keramahan yang biasanya ada menjadi hilang. Ungkapan “lam reudök” atau dalam keadaan mendung menjadi kiasan bagi suasana murung, marah, atau tidak menyenangkan. Sementara “tika brók han jipeutaba” menunjukkan bahwa tikar buruk sekalipun tidak ditawarkan, padahal dalam adat bertamu, menawarkan tempat duduk merupakan bentuk penghormatan dasar kepada tamu. Dalam kehidupan sosial, hadih maja ini mengajarkan pentingnya memahami suasana dan keadaan orang lain sebelum datang menyampaikan maksud, meminta bantuan, atau membicarakan sesuatu. Orang yang sedang marah, kecewa, atau banyak masalah biasanya kehilangan kelembutan sikap dan tidak mampu menerima tamu dengan baik. Karena itu, ungkapan ini menjadi nasihat agar manusia pandai membaca waktu, menjaga adab bertamu, dan memilih saat yang tepat dalam membangun komunikasi sosial.
Hadih terkait
Audio pelafalan
Didengar 0 kali
Pelafalan Asli
Posisi audio akan disimpan otomatis di browser Anda.