Hadih Publik Budaya Audio tersedia 0 dibaca 0 didengar Kontributor: Dr. Syamsul Bahri, MA

Keindahan asli tampak pada kesederhanaan dan adab

Teks Hadih Maja
Ceudah-ceudah cicém laén, nyang leubèh candén cicém pala.
Makna / terjemahan
Indah-indah burung yang lain, yang lebih indah ialah burung murai.
Informasi
Dipublikasikan 22 May 2026
Validator/Kurator Dr. Syamsul Bahri, MA
Status Published
Frekuensi Dibaca 0 kali
Audio Diputar 0 kali

Modul PDF Tematik
Modul Hadih Maja Kategori Budaya
Untuk pembelajaran

Gunakan halaman ini untuk membaca teks Aceh, membandingkan makna, lalu lanjut ke bilik belajar untuk eksplorasi modul & kuis.

Pemaknaan dan penjelasan

Hadih maja ini menegaskan bahwa keindahan yang paling bernilai bukan selalu yang tampak mencolok di permukaan, melainkan yang disertai kehalusan perangai, tutur kata, dan budi bahasa. Perumpamaan burung murai sebagai yang lebih indah menunjukkan adanya penghargaan terhadap keindahan yang utuh, yaitu keindahan yang bukan hanya enak dipandang, tetapi juga memiliki mutu yang lebih dalam. Dalam makna kiasannya, ungkapan ini mengarah pada pandangan bahwa gadis desa dipandang lebih utama bukan semata karena rupa, melainkan karena kesederhanaan, kesantunan, dan kedekatannya dengan nilai-nilai budaya asli. Dalam konteks budaya, Hadih Maja ini menanamkan nilai bahwa kebudayaan yang murni dan luhur sering kali lebih terpelihara dalam kehidupan yang sederhana, di mana sopan santun, bahasa, dan adat masih dijaga dengan baik. Dengan demikian, ungkapan ini mengajarkan bahwa keindahan sejati tidak hanya terletak pada penampilan, tetapi pada perpaduan antara kesederhanaan, budi bahasa, dan kedekatan dengan akar budaya

Hadih terkait

Audio pelafalan

Didengar 0 kali Pelafalan Asli

Posisi audio akan disimpan otomatis di browser Anda.

Bagikan entri

WhatsApp Telegram

Sumber
Tim Peneliti